Penyusutan atau Depresiasi dan Hal Hal Yang Mempengaruhinya.

Penyusutan atau depresiasi merupakan biaya untuk aset tetap selama periode tertentu karena berkurangnya nilai ekonomi suatu aset yang mempengaruhi neraca, sehingga perlu diseimbangkan ( balance ) dengan menjadikan biaya. Penyusutan ini dalam laporan keuangan merupakan beban atau biaya.

Sebagai contoh dari depresiasi adalah apabila suatu perusahaan belanja aset tetap berupa mobil untuk operasional seharga Rp. 250.000.000,00 ( dua ratus lima puluh juta ) dan diperkirakan nilai ekonomi dari mobil tersebut 5 tahun, maka setiap tahunnya perusahaan mendepresiasikan mobile tersebut Rp. 50.000.000 ( lima puluh juta ).

Faktor Apakah Yang Mempengaruhi Penyusutan ?




Yang pertama adalah nilai ekonomi atau umur ekonomi suatu aset yang di depresiasi, karena umur ekonomi suatu aset mengalami penurunan setiap tahunnya. Untuk menentukan besar depresiasi maka dipengaruhi oleh umur ekonomi suatu aset. Jika umur lebih panjang, maka depresiasi lebih kecil, sebaliknya jika umur lebih pendek maka penyusutan lebih besar.

Yang kedua adalah perkiraan nilai residu aset, nilai residu aset adalah nilai setelah suatu aset sudah habis umur ekonominya, sebagai contoh mobil yang dibeli dengan harga Rp. 250.000.000,00 ( dua ratus lima puluh juta ) dengan umur ekonomi 5 tahun dan depresiasi Rp. 50.000.000,00 ( lima puluh juta rupiah ) per tahun. Maka setelah usia lima tahun mobil itu kemungkinan masih bisa dipakai lagi atau mungkin perlu di lelang. Dan nilai lelang atau nilai akhir setelah habisnya umur ekonomi tersebut disebut dengan nilai residu aset. Bisa jadi mobil tersebut di tahun ke enam, masih laku senilai Rp. 50.000.000,00 ( lima puluh juta rupiah ) sehingga nilai residu asetnya adalah Rp. 50.000.000,00 ( lima puluh juta rupiah ). Nilai residu ini mempengaruhi terhadap penyusutan juga.

Yang ketiga adalah biaya perolehan, atau disebut dengan acquisition cost, dimana biaya yang dikeluarkan saat mendapatkan aset tersebut, biaya perolehan dapat berupa:

  1. Harga Pembelian Aset.
  2. Biaya Pendaftaran / Registrasi / Hukum.
  3. Biaya Perakitan Dan lain lain.

Hal hal tersebut di atas akan mempengaruhi nilai penyusutan yang ditetapkan dalam sebuah aset.

Untuk menetapkan penyusutan berkaitan dengan pajak, maka pemerintah mengeluarkan standart penyusutan sebagai berikut:




Tabel Tarif dan Masa Manfaat Penyusutan Fiskal
I. Bukan Bangunan
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%
II. Bangunan
Tidak Permanen 10 tahun 10%
Permanen 20 tahun 5%

sumber dari: https://www.pajak.go.id/id/penyusutan-dan-amortisasi

 

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Spread the love

Tinggalkan Balasan